DESA BINAAN
(HIMASEP)
SOLUSI MENCAPAI
PERIODE EMAS 2022
Oleh : Mustamar Beddu
Sumber gambar : Lokadata.id
Ditulisan yang awal
penulis telah menjabarkan tentang kondisi HIMASEP dengan melihat faktor
internal dan eksternal organisasi. Yang kemudian berusaha melihat solusi dari
situasi organisasi saat ini, apa yang dialami organisasi merupakan dinamika
didalamnya yang harus kita lihat sebagai tangga mendaki periode emas. Tak ada
sesuatu yang instan bahwa kita harus mengenali siapa diri kita (HIMASEP) dan
siapa musuh kita (ANCAMAN) maka jika itu kita lakukan, seribu pertempuran akan
ada seribu kemengan.
Melihat kondisi
organisasi yang dipandang belum seutuhnya mengimplementasikan nilai-nilai
Sosial Ekonomi Pertanian, dalam perjalanan panjang yang sudah hadir selama 24
tahun, kita sebagai kader harus bergandengan tangan memikirkan solusi dan
langka organisasi kedepannya. Dalam hal ini penulis menawarkan solusi
pengembangan oragnisasi untuk mencapai nilai Sosial Ekonomi Pertanian, yaitu
dengan mengadakan Desa Binaan (HIMASEP).
Pedesaan sebagai unit
kawasan dalam pembangunan masyarakat pertanian seharusnya dapat menjadi salah
satu perhatian Mahasiswa Sosial Ekonomi
Pertanian. Desa Binaan adalah strategi baru pengembangan pertanian dalam
kacamata mahasiswa SOSEK, hemat penulis
bahwa Desa Binaan merupakan dan akan menjadi titik balik kejayaan organisasi
dengan orientasi pengembangan Sosial, Ekonomi Dan Pertanian.
Didalam tulisan
sebelumnya bahwa kita tak boleh membelakangi realita dalam hal ini organisasi
belum bisa secara utuh menerapkan nilai-nilai Sosial Ekonomi Pertanian. Realita
demikian menjadi landasan dasar kita dalam menentukan strategi pengembangan
organisasi. Dengan mengadakan Desa Binaan, dengan adanya itu penulis yakin dan
percaya apa yang menjadi harapan dan cita-cita organisasi dapat tercapai.
Mengapa
Harus Desa Binaan Yang Menjadi Solusi?
Kita meninjau
salah satu organisasi yang sudah melakukan program ini. LPPM (2019) Desa Binaan
Naga Jaya 1 Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun. Program Desa Binaan
tersebut dilakukan di Desa Bandar Tonga di simpang Mangga Kecamatan Bandar
Huluan Melalui sistem integrasi tanaman-ternak memadukan sistem usaha tani
tanaman dengan sistem tani ternak secara sinergi sihingga suatu sistem yang
efektif, efesien dan ramah lingkungan dan dilanjutkan dengan hilirisasi produk
berbasis sumberdaya lokal untuk kesejahteraan masyarakat.
Mahasiswa
sebagai kaum intelektual memilik peran penting dalam pembangunan Nasional.
Kehadiran mahasiswa sangat dibutuhkan dalam percepatan pembangunan desa yang
merupakan cita ketiga dari sembilan program prioritas pembangunan Nasional
(Nawa Cita) pemerintahan Jokowi-JK. Dalam artikel (KOMPAS.Com. 2015).
Dalam
hal ini penulis menyadari kondisi akademik di kampus Universitas Tadulako
Khususnya di Fakultas Pertanian sangatlah jauh berbeda dengan kondisi
masyarakat pedesaan, hal ini menjadi tugas mahasiswa untuk membangun masyarakat
dan membantu percepatan pemulihan ekonomi masyarakat seteleh pandemi yang
membuat ekonomi masyarakat pedesaan merosot jauh.
Dengan
adanya Desa Binaan. Penulis meyakini bahwa nilai-nilai Sosial Ekonomi Pertanian
yang dimaksud belum utuh diterapkan, akandapat diterpakan atau
diimplementasikan pada program Desa Binaan untuk menyambut periode Emas 2022. Mahasiswa
SOSEK dapat mewujudkan nilai yang dimaksud :
1.
Sosial. Yaitu segalah sesuatu yang
lahir, tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat.
2.
Ekonomi. Perilaku masyarakat dalam
mengolah sumber daya yang ada untuk menghasilkan nilai tambah.
3.
Pertanian. Merupakan kegiatan produksi
yang berlandaskan pada proses pertumbuhan dan sesuatu yang alami pada alam.
Dapat
kita tarik kesimpulan bahwa Sosial Ekonomi Pertanian adalah ilmu tentang seluk
beluk usaha atau bisnis yang memanfaatkan pertanian sebagai komoditas dengan pendekatan
sosial kepada masyarakat pertanian.
Langka
Awal Program Desa Binaan
Dengan
memanfaatkan kondisi internal yang ada dan memaksimlakan peluang serta
meminimalisir ancaman eksternal HIMASEP bisa mengembangkan potensi organisasi
yang ada. Langka pertama :
1.
Memanfaatkan kekuatan.
Melihat
kondisi internal bahwa sumber daya manusia yang kita miliki sangat menunjang
diakan desa binaan, belum lagi kondisi emosional dengan biroksasi yang
memudahkan kita mengkomunikasikan program jangka panjang dalam hal ini Desa
Binaan.
2.
Memanfaatkan peluang
Peluang
Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian sangatlah besar dalam mengembangkan Desa
Binaan. Dalam program “Holistik
Pemberdayaan dan Pembinaan Desa 2021 untuk Kemajuan Desa (PHP2D)”. Ini
adalah salah satu program Kemdikbud.
Melalui
program ini mahasiswa diberikan kesempatan untuk terjun membangun desa. PHP2D
dikembangkan untuk menumbuhkan rasa peduli mahasiswa dan berkontribusi kepada
masyarakat desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha,
dan sejahtera dalam mencapai tujuan Sosial Ekonomi Pertanian.
Tak
ada yang tak mungkin jika kita mau mencoba, ketika ide itu disampaikan dia akan
menjadi rencana dan ketika rencana itu dilakukan maka tak menutup kemungkin
harapan mencapai nilai Sosial Ekonomi Pertanian itu dapat kita wujudkan.
SEKIAN....
Find Us On
Instagram : @himasepjaya
Facebook : Himasep Jaya
Youtube : Himasep Jaya
Email : himasepjaya@gmail.com
Terima kasih sudah membaca jangan lupa coment dan share yah J
Follow our blog HIMASEP JAYA...
Comments
Post a Comment