HIMASEP SURVIVE
Gambar : Sumber, id.vector.me"Strategi Adaptasi Dan Reseliensi Organisasi Menghadapi Pandemi"
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum
warahmatullahi wabbarakatu. Berangkat dari kepedulian saya melihat kondisi saat
ini. Berdasarkan informasi bahwa kemungkinan kuliah tatap muka (Luring) sangat
kecil, dan akan seperti tahun kemarin kita akan kuliah online (daring).
Berdasarkan
surat edaran GUBERNUR SULAWESI TENGAH, nomor 443/546 HIMBAUAN TP. 2020-2021 DI
PROVINSI SULAWESI TENGAH (palu 1 JULI 2021), Kondisi ini pastinya berdampak pada
Organisasi mahasiswa. Dalam kondisi seperti ini organisasi harus memikirkan Strategi
, Adaptasi dan Reseliensi organisasi menghadapi pandemi. dan seharusnya
organisasi memberi pemahaman tentang Sense Of Crisis (kemapuan merasakan dan
bertindak tepat ditengah krisis/kedaruratan). Sense Of Crisi menyoal dua hal Pertama,
kepekaan dan Kedua, kewaspadaan. Karna hanya dengan dua hal ini Organisasi bisa
beradaptasi dengan cepat dikondisi sekarang.
Sekarang
kita membahasa strategi dan Reseliensi untuk tetap survive. Membangun Strategi
merupakan cara untuk bagaimana organisasi mengatasi tekanan lingkungan
sekitarnya agar bisa bertahan hidup.
Reseliensi merupakan keberhasilan seseorang dalam beradaptasi dengan kondisi yang tidak menyenangkan atau buruk "GARMEZY, 1991" berangkat dari dua gagasan tersebut, organisasi mahasiswa harus Survive. Strategi survive adalah kemampuan bekerja sama dengan organ internal dan memanfaatkan Teknologi (IT). Karenanya para mahasiswa atau orang yang berada dalam lingkungan organisasi harus cepat berreseliensi.
Ada Faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiliensi
1. Caring Relationship.
Merupakan dukungan cinta yang didasari oleh kepercayaan dan cinta tanpa syarat apapun. Contohnya seperti memegang pundak, tersenyum, dan memberi salam.
2. High Expectation Massages.
Adalah Merupakan pengharapan yang jelas, positif, dan terpusat kepada seseorang. Harapan yang jelas menjadi petunjuk dan berfungsi mengatur dimana orang dewasa memberikan harapan tersebut untuk perkembangan seseorang. Harapan yang positif, dan terpusat mengomunikasikan kepercayaan mendalam dari orang yang dewasa dalam membangun resiliensi dan membangun kepercayaan dan memberikan tantangan untuk membuat seseorang menjadi apa yang mereka inginkan.
3. Opportunities For Participation And
Contribution.
Kesempatan untuk berpartisipasi
dalam pengambilan keputusan, memiliki tanggung jawab, dan kesempatan untuk
menjadi pemimpin. Di samping itu Opportunities juga memberikan kesempatan untuk
melatih kemampuan problem solving dan pengambilan keputusan.
Tidak hanya faktor ada juga aspek-aspek yang
mendukung Reseliensi
1. Insight :
adalah sebuah proses perkembangan individu dalam merasa
2. Opportunities
for participation and contribution
3. Relationships
: seseorang/Individu yang resilien mampu mengembangkan hubungan yang jujur,
saling mendukung dan berkualitas bagi kehidupan, memiliki role model yang baik.
4. Initiative :
yaitu keinginan yang kuat untuk bertanggung jawab terhadap hidupnya.
5. Creativity :
yaitu kemampuan memikirkan berbagai pilihan, konsekuensi, dan alternatif dalam
menghadapi tantangan hidup.
7. Humor : adalah
kemampuan individu untuk mengurangi beban hidup dan menemukan
kebahagiaan dalam
situasi apapun.
8. Morality :
adalah kemampuan individu untuk berperilaku atas dasar hati nuraninya.Untuk
mendukung semua strategi yang diterapkan, ada tiga aspek yang menunjang Yaitu :
PEOPLE
People sebagai aspek fundamental
dalam sebuah organisasi dan alasan utama adanya organisasi menjadi faktor
penentu keberhasilan sebuah organisasi atau perusahaan
Proses &
System tidak kalah penting dengan People, karena proses yang dilakukan oleh
organisasi sangat dalam untuk mencapai tujuan sangat mempengaruhi beberapa aspek
baik dari jumlah sumber daya manusianya, material yang dibutuhkan, financialnya,
waktu serta masih banyak lainnya.
LEADERSHIP
People, Process & System merupakan element yang mendasar dalam organisasi atau perusahaan. Element tersebut bersifat relatif statis dan menunggu adanya dorongan dari faktor internal maupun eksternal. Faktor internal adalah Leadership dari para anggota organisasi atau perusahaan sedangkan faktor eksternal adalah adanya perubahan lingkungan dimana organisasi atau perusahan tersebut didirikan. Sehingga pengaruh Leadership sangat memberikan warna dalam proses berjalannya mekanisme organisasi atau perusahan.
Tulisan ini sebagai sebuah refleksi
kepedulian demi sebuah siklus organisasi yang lebih baik kedepanya. Bergeraklah
dengan cepat seperti angin dan berbentuklah seperti kayu. Menyerang seperti Api
dan diamlah seperti Gunung.
Maka ini saatnya jika kalian ingin
melakukan tindakan, bertindak dan
bergeraklah seperti angin, seperti api
dan berbentuklah seperti kayu yang terus tumbuh. Jika ingin diam maka diamlah
sekarang seperti gunung. Karna dalam hidup tak ada yang setengah-setengah dalam
bertindak.
HIMASEP JAYA...
Find Us On
Instagram : @himasepjaya
Facebook : Himasep Jaya
Youtube : Himasep Jaya
Email :
himasepjaya@gmail.com
Terima kasih sudah membaca jangan lupa
coment dan share yah J
Follow our blog HIMASEP JAYA...

Comments
Post a Comment