STARATEGI PENGEMBANGAN ORGANISASI (HIMASEP)

MENYAMBUT PERIODE EMAS 2022

Oleh : Mustamar  Beddu

sumber gambar:quipper

 

HIMASEP  adalah Himpunan Mahasiswa Sosial  Ekonomi Pertanian yang menghimpun  mahasiswa  Agribisnis di Universitas  Tadulako. Dalam perjalanannya  HIMASEP sudah berada selama 24 tahun untuk mendidik insan dalam berpikir dan berorientasi kerakyatan dan menjaga profesionalisme Mahasiswa  sosial ekonomi pertanian.

 

24 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk  mengembangkan organisasi. Di waktu yang terbilang lama itu, sudah banyak lika liku bahkan luka luka yang dialami organisasi, dari jatuh  dan bangunnya HIMASEP tidak terlepas  dari situasi yang dialami saat itu dan juga tidak luput dari kader-kader dalam kepengurusan  untuk terus menjaga dan merawat akal sehat dan berjalan  di rel keprofesian Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian.

 

Pada hari Sabtu tanggal 27/11/2021 di akhir kepengurusan  periode  2021. HIMASEP  mengadakan diskusi yang bertajuk "Refleksi 2 dekade  HIMASEP menyambut periode emas 2022".  Narasumber yang hadir berasal dari ketua Umum periode 2019, 2020 dan 2021. Dalam diskusi ini, kembali kita merefleksi selama 24 tahun HIMASEP  menancapkan cakarnya di Bumi Tadulako.

 

Nurafni salah satu narasumber sekaligus ketua umum periode  2019 mengatakan "bahwa HIMASEP  saat ini sudah melewati  Tiga kondisi yang berbeda.  Dari sehat, sakit dan sekarang  adalah masalah penyembuhan". Hemat  penulis apa yang dikatakan bahwa periode  di tiga tahun  terakhir  ini.  Kita di masa yang normal kemudian masuk ke masa dimana HIMASEP  di tengah pandemi  Covid-19.  Setelah  itu saat ini masuk ke masa New Normal dimana masa ini adalah masa penyembuhan HIMASEP.

 

Kondisi turbulensi saat Ini membuat Organisasi  dilema dalam menentukan program kerja Kedepannya.  Dari kondisi  internal  yang tidak stabil ada juga faktor eksternal yang yang mengintai dari segi ancaman dan peluang.  Namun tidak sedikit  peluang yang bisa Organisasi  manfaatkan saat ini,  terlebih lagi dengan kondisi daring Mahasiswa  Sosial Ekonomi Pertanian bisa mengundang  narasumber atau pembicara dari luar kota. Namun, yang menjadi pertanyaan  saat ini. Apakah nilai nilai Sosial Ekonomi Pertanian sudah dijalankan dan di implementasi kan sebaik-baiknya.  Atau hanya menjadi nama yang tersemat sampai saat ini.

 

Sebagai  Anggota  Organisasi  HIMASEP. Kita harus berani berkata jujur dengan realita sekarang  ini,  bahwa sampai  detik ini nilai Sosial Ekonomi  Pertanian atau SOSEK belum dapat kita terapkan secara utuh. Jika kita menalar jauh kebelakang bahwa sudah 24 tahun HIMASEP  ada dan belum mampu mengimplementasikan itu. Ini menjadi catatan kita bersama bahwa bukan seberapa  lama organisasi itu ada namun seberapa  gigih kita untuk menonjolkan keprofesian kita dalam bingkai tridharma perguruan tinggi.

 

Coba kita mengAnalisis situasi sekarang :

Faktor Internal

Dari segi kekuatan :

1. Kita memiliki banyak kader

2. Kita organisasi  Jurusan

3. Punya sumber daya Mahasiswa  yang sangat baik dari segi Akademik maupun non.

4. Diajarkan lebih spesifik soal SOSEK

 

Dari segi kelemahan

1. Kurangnya kesadaran kader terhadap  tanggung jawab organisasi.

2. Sikap saling acuh dan mementingkan ego kelompok  Atau individu  dan mengesampingkan ego organisasi.

3. Kurang rasa cinta pada sesama kader dalam artian rasa persaudaraan yang terkikis.

4. Tidak maksimal dalam menerapkan nilai SOSEK. Sehingga membuat HIMASEP  sampai sekarang  belum dapat menciptakan produk  tetap yang bisa di lirik birokrasi ataupun calon kader.

 

Faktor Eksternal

Dari segi Peluang :

1. Dekat dengan Dosen. Karena dalam setiap kegiatan pasti akan berkordinasi dengan dosen.

2. Peluang  kerja ada. Karena banyak senior  HIMASEP  yang sudah sukses.

3. Muda menyelesaikan studi akhir.  Banyak kaka-kaka  HIMASEP  yang bisa membimbing  adik-adik nya dalam penyelesaian.

4. Menambah  relasi dengan kampus diluar sulawesi

 

Dari segi Ancaman :

1. Kegiatan  daring yang menyebabkan kader tidak maksimal dalam memahami ideologi organisasi.

2. Doktrin dan pengaruh dari luar yang membuat kader tidak maksimal dalam belajar  dan mencitai HIMASEP.

3. Belajar  online. Sebab implementasi nilai Sosial Ekonomi  Pertanian  tak akan terlaksana.

 

Hemat penulis, dalam hal ini penulis  mengAnalisis faktor-faktor yang saat ini menjadi dasar dalam menyambut periode Emas 2022. Disetiap kekuatan pasti ada kelemahan yang mengikuti. Begitu pun peluang pasti akan selalu ada ancaman yang mengintai. Namun hal ini bukan menjadi suatu ketidak  mungkinan.  Hal ini justru dapat membuka mata kita untuk  menalar jauh Kedepan untuk menentukan langka strategi pengembangan Organisasi.

 

Dengan kondisi kekuatan dan peluang  yang ada kita dapat memaksimalkan kesempatan ini tanpa mengenyampingkan kelemahan dan ancaman. 

Solusi konkrit dalam mengcapai Nilai-nilai Sosial Ekonomi Pertanian Menurut versi penulis :

 

Desa Binaan HIMASEP??

 

Akan dijelaskan  pada tulisan selanjutnya Tentang Desa Binaan,  kenapa menjadi langka strategi dalam mengembangkan dan mengimplementasikan nilai SOSEK !!!!!!

 Find Us On

Instagram     : @himasepjaya

Facebook      : Himasep Jaya

Youtube        : Himasep Jaya

Email            : himasepjaya@gmail.com

Terima kasih sudah membaca jangan lupa  coment dan share yah J

Follow our blog HIMASEP JAYA...

 

 

 

 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

STRUKTUR KEPENGURUSAN HIMPUNAN MAHASISWA SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (HIMASEP) FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TADULAKO PERIODE 2022

"PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL HIMASEP UNTAD" (Bidang Advokasi)