KEPEKAAN KUNCI KESELAMATAN KITA DI MASA TRANSISI PANDEMI COVID-19

Oleh : Marlina Oktaviasari

Sumber gambar:kompas.com

            Masa transisi, atau lebih di kenal dengan sebutan  New Normal yang sedang kita jalani saat ini sangat membutuhkan kepekaan kita, dimana masa transisi ini bukan berarti kita sudah terbebas dari pandemi Covid-19 tetapi kita diharapkan untuk mulai terbiasa dengan pandemi ini. Dengan mengikuti protokol kesehatan yang dikenal dengan singkatan 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak diharapkan kita bisa bekerja secara normal kembali namun tetap terjaga keselamatannya, serta rantai Covid-19 dapat di putuskan.

            Angka kasus terpapar Covid-19 semakin meningkat di beberapa negara, salah satunya di negara kita Indonesia, dalam situs CNN Indonesia tertulis bahwa kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia bertambah 10.365 orang pada hari senin 18 januari 2021. Dengan demikian total kasus Covid-19 mecapai 927.380 orang dan dari jumlah ini, sebanyak 753.948 orang dinyatakan sembuh dan 26.590 orang lainnya meninggal dunia. Data tersebut dihimpun Kementrian Kesehatan (kemenkes).

            Rasa percaya diri bahwa kita tidak akan terpapar Covid-19, serta kurang percayanya kita terhadap kebenaran adanya virus ini menunjukan kurang pekanya kita terhadap kondisi saat ini, sehingga banyak yang masih belum menaati protokol kesehatan 3M di tempat umum, maupun tempat kerja yang banyak kita dapati terutama di pasar tradisional.

            Lama- kelamaan kurangnya kesadaran diri dan ketidak pekaan setiap individu dalam kondisi pandemi saat ini akan semakin menyusahkan untuk di tangani dan menyebabkan semakin meningkat pesatnya kasus terpapar Covid-19. Setiap penanganan yang dilakukan pemerintah tidak akan berhasil jika tidak adanya kesadaran diri dari masing-masing individu, untuk itu kepekaan kita merupakan kunci keselamatan kita di masa pandemi covid-19 ini.

            Indonesia pasti akan baik-baik saja jikalau kita para warganya yang mengaku cita tanah air ini mau bahu-membahu dan bersama-sama melawan pandemi Covid-19 ini. Banyak yang mengaku cinta tanah air tapi pada masa sekarang ini hal itu belum terbukti, degan cara apa membuktikannya? Yah tentu saja dengan menaati protokol kesehatan 3M (Menggunakan masker,mencuci tangan, dan meghindari kerumunan). Hal ini memang bertolak belakang dengan budaya kita yang ramah, saling bercengkrama dan berkumpul bersama, namun demi kembali sehatnya negara kita, maka saat ini kita harus megikuti protokol kesehatan demi memutus rantai Covid-19.

            Naiknya angka terpapar Covid-19 yang semakin pesat dari hari- kehari ini seharusnya dapat menyadarkan kita bahwa pandemi Covid-19 itu nyata dan benar adanya, bukan sekedar rekayasa saja. Tetapi yang aku lihat bahkan di sekelilinku masih banyak yang menganggap ini hal biasa saja yang tidak perlu di pusingkan, mereka beraktifitas seperti seebelumnya tanpa perduli dengan kesehatan dan keselamatan kerjanya.

            Apa yang harus kita lakukan untuk memutus rantai Covid-19? Untuk bisa hidup normal kembali?. Dengan kenormalan baru ini kita seharusnya sudaah bersyukur karna kita bisa hidup seperti sebelumnya, hanya saja tetap mengikuti protokol kesehatan demi keselamatan diri- sendiri juga.  Setiap upaya sudah di lakukan pemerintah untuk memutus rantai Covid-19 ini,  namun masih banyak saja yang acuh dan mengabaikannya sehingga apa yang di harapkan tidak berjalan dengan semestinya. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri untuk mengatasi pandemi ini, kita sebagai rakyat harus memiliki kesadaran diri sehingga kita bisa bebas dari pandemi ini.

            Objek yang yang menjadi sasaran empuk bagaimana ketidak pekaan masyarakat terhadap kesehatan dan keselamatan kerja di masa transisi ini yaitu masyarakat yang bekerja di pasar tradisional. Menurut Santoso, 2017 pasar sebagai tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih dari satu, baik yang disebut sebagai pusat perbelanjaan pasar tradisional, pertokoan, mall, plaza, pusat perdagangan maupun sebutan lainnya. Kita ketahui bersama bahwa sebagiamanpun usaaha kita menghindari kerumunan, pasar akan tetap ramai dan sulit untuk menjaga jarak di tempat seperti itu jika tidak semua orang sadar akan kondisi saat ini.

            Kurangnya kesadaran masyarakat yang bekerja di pasar juga dapat kita lihat secara nyata, banyak pedagang yang tidak menggunakan masker saat menawarkan dagangannya kepada pembeli bahkan saat berbincang dengan pedagang lainnya, alasannya suara tidak jelas saat menawarkan produk jika menggunakan masker dan berbagai alasan lainnya. Pasar merupakan tempat yang ramai dan sangat sulit menjaga jarak di pasar, tetapi masih banyak juga pedagang dan pembeli yang tidak menggunakan masker.

            Tempat-tempat seperti pasar masih terus di datangi oleh orang banyak sebab kita membutuhkan pangan dan tidak bisa di pungkiri bahwa di pasar tradisional kita dapat memenuhi kebutuhan pangan kita dengan harga terjangkau atau bisa di katakan murah sehingga sebagai negara berkembang yang rata-rata masyarakatnya memiliki ekonomi yang standar mau tidak mau harus mendatangi pasar walaupun tempat itu sangat ramai dan dapat menjadi tempat yang berbahaya untuk di datangi, bagaimana tidak? Jika di dalam pasar masih kurangnya kesadaran dan kepekaan masyarakat terhadap kondisi pandemi saat ini sehingga tempat ini dapat menjadi tempat penularan Covid-19.

            Angka kematian yang di sebabkan oleh pandemi terus meningkat, namun tak membuat kita sadar dengan kondisi ini, berbagai kebijakan pemeritah serta berbagai himbauan untuk tetap mengikuti 3M untuk menjaga diri terutama di lingkungan tempat berkerja kita. Apa yang salah dengan orang-orang yang belum peka ini?, Masihkah mereka berpikir bahwa Covid-19 tidak benar adanya? Tidakkah wabah ini sangat nyata bahkan berdampak dalam berbagai spek kehidupan kita, pendidikan, ekonomi, bahkan sosial budaya juga, Atau kepercayaan diri yang begitu kuat bahwa dirinya kebal terhadap Covid-19?.

            Virus corona atau Covid-19 merupakan pandemi yang meresahkan kita semua, memporak-porandakan kehidupan kita, tetapi sebisa mugkin kita harus bertahan dan mulai membiasakan diri dengan kabiasaan-kebiasaan baru agar dapat terhindar, di masa transisi ini kita bisa bekerja secara normal kembali dengan tetap mematuhi protokol kesehatan terutama 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

            Indahnya kebebasan dapat kita rasakan kembali jika semua orang memiliki kesadaran diri dan kepekaan terhadap kondisi saat ini. kebebasan dari rasa takut kita terpapar atau orang yang kita sayangi terpapar Covid-19, kebebasan kembali belajar secara normal serta bekerja seperti dulu lagi. Kesadaran diri serta kepekaan adalah kunci dari masalah yang kita hadapi saat ini.

            Apakah yang harus kita lakukan untuk menumbuhkan kepekaan orang-orang terhadap kondisi saat ini? di mulai dari diri kita, sadarkan orang-orang terdekat kita bahwa yang kita lakukan dengan mengikuti protokol kesehatan bukan karna rasa takut kita terhadap Covid-19 tetapi karna kita ingin adanya perubahan dengan harapan orang lain bisa menjadikan kita sebagai contoh yang benar di masa transisi ini. Kesadaran diri kita dapat menjaga keselamatan diri sendiri dan juga orang lain.

Comments

Popular posts from this blog

STRUKTUR KEPENGURUSAN HIMPUNAN MAHASISWA SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (HIMASEP) FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TADULAKO PERIODE 2022

"PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL HIMASEP UNTAD" (Bidang Advokasi)