FGD “Mengapa Organisasi Mahasiswa sekarang di tinggalkan oleh Generasi Z”
Press Release
FGD
“Mengapa Organisasi Mahasiswa sekarang di tinggalkan oleh Generasi Z”
Sabtu, 18 Juni 2022
Sebelum kita masuk pada pembahasan sebaiknya kita perlu
memahami apa itu mahasiswa, secara umum mahasiswa adalah sebutan untuk
seseorang yang tengah menempuh pendidikan di sebuah perguruan tinggi.
Menurut Moral Force, mahasiswa merupakan orang yang
memiliki tingkatan pendidikan paling tinggi dibandingkan dengan yang lainnya. Dengan
demikian, siapapun yang menyandang status ini memiliki moral yang baik. Selain
memiliki moral yang baik, seorang mahasiswa pun memiliki tingkat intelektual
yang baik, sehingga tingkat intelektual dengan moralitas sejajar. Hal ini yang
menyebabkan para mahasiswa sering dijadikan sebagai kekuatan dari moral suatu
bangsa dan diharapkan menjadi contoh sekaligus penggerak dalam upaya perbaikan
mengenai moral masyarakat.
Menyandang status
sebagai mahasiswa memiliki kebanggaan dan tantangan tersendiri. Hal ini
dikarenakan adanya ekspektasi serta tanggung jawab yang dipikul oleh seorang
mahasiswa, baik dari lingkungan sekitar, keluarga, maupun dari dirinya sendiri.
Mahasiswa merupakan
generasi penerus bangsa yang menyandang predikat agen perubahan sosial.
Statusnya yang tinggi berkonsekuensi pada suatu tanggung jawab yang sangat
besar. Menyikapi tanggung jawab mahasiswa pada masa mendatang itu, mahasiswa
memiliki tiga tugas sekaligus. Pertama, penguasaan ilmu secara sungguh-sungguh,
kedua, membangun spritualisme dalam dirinya dan ketiga, membangun spiritualisme
dalam masyarakatnya (Syahrin Harahap: 2005).
Sedangkan organisasi
mahasiswa itu adalah organisasi yang beranggotakan mahasiswa untuk
mewadahi bakat, minat dan potensi mahasiswa yang dilaksanakan di dalam kegiatan
ko dan ekstra kurikuler. Organisasi ini
dapat berupa organisasi kemahasiswaan intra
kampus, organisasi
kemahasiswaan antar kampus, organisasi ekstra kampus maupun semacam ikatan mahasiswa
kedaerahan yang pada umumnya beranggotakan lintas atau antar
kampus. Adapun beberapa manfaat
mengikuti organisasi :
1. Menambah pengetahuan,
organisasi dapat memberikan pengetahuan yang secara langsung lewat interaksi antar anggota organisasi.
Kebanyakan orang dalam sebuah organisasi cenderung melakukan penyusunan
kegiatan yang berfokus pada hubungan langsung dengan masyarakat sehingga
kecakapan sosial dapat berkembang dengan baik jika kamu mengikuti organisasi.
2. Perluas
jaringan, dengan masuk ke dalam
sebuah organisasi berarti bergabung dalam sebuah kesatuan jaringan. Organisasi
tergabung dalam sebuah wadah yang memiliki persaudaraan yang sama-sama kuat.
Oleh karena itu, tidak heran jika mahasiswa yang ikut aktif dalam kegiatan
organisasi seringkali memiliki relasi yang banyak dari berbagai kalangan, baik
itu dari lingkup mahasiswa sendiri hingga pejabat atau politisi.
3. Punya
teman banyak, dengan
ikut organisasi tentu ada manfaat yang paling umum dirasakan yakni memiliki teman
yang cukup banyak. Baik teman yang saling terhubung dalam organisasi ataupun
teman-teman yang berasal dari organisasi kampus lain.
4. Mengasah
kemampuan, ketika
bertemu serta berdiskusi dengan orang banyak secara tidak langsung akan
mengasah keterampilan interpersonal seseorang. Berorganisasi merupakan salah
satu cara efektif untuk mampu meningkatkan dan mengasah hubungan antarindividu
yang memiliki karakter berbeda.
5. Belajar
kepemimpinan, manfaat
organisasi bagi mahasiswa lainnya ialah bisa belajar kepemimpinan. Organisasi
adalah salah satu media untuk belajar dan juga mengembangkan dasar-dasar cara
memimpin. Hal itu tentunya akan mengasah jiwa kepemimpinan dalam diri seseorang
terutama para mahasiswa.
Menjadi mahasiswa
yang ikut organisasi tentunya akan menjadi kelebihan bagi kita semua selain
tujuan kita belajar, di sisi lain kita juga bisa membentuk karakter pribadi
kita menjadi lebih baik melalui organisasi, karena ketika kita hidup di sebuah
organisasi kita akan belajar bagaimana caranya berpendapat, berbicara dengan
baik, memilik kepedulian terhadap masyarakat dan mengelola waktu dengan baik.
Dengan mengikuti organisasi kita bisa memiliki waktu yang lebih produktif dan
sangat positif bagi kita.
Lalu mengapa organisasi mahasiswa sekarang di tinggalkan oleh
generasi Z atau generasi sekarang !. Dari hasil FGD ini didapatkan beberapa
alasan mengapa mahasiswa sekarang tidak lagi minat dengan sebuah organisasi
yaitu, salah satu faktornya adalah Covid-19 yang menyebabkan adanya pembatasan
sosial baik di masyarakat maupun di bangkuh perkuliahan sehingga segala
aktifitas perkuliahan dilakukan dengan cara daring (online) yang
menyebabkan mahasiswa lebih memilih berdiam diri dirumah dengan handphone
mereka. Tugas kuliah yang menyita waktu dan banyaknya program-program
percepatan kuliah yang dikeluarkan oleh pemerintah dan pihak kampus sehingga
mahasiswa tidak memiliki cukup waktu untuk berorganisasi, sehingga mahasiswa
lebih memprioritaskan untuk belajar dengan baik, mendapatkan nilai bagus, dan
meraih jaminan tinggi untuk mendapatkan perkerjaan dari pada harus rugi uang,
waktu, tenaga dan apalagi rugi ketika tertangkap penegak hukum. Adapaun yang
berpendapat bahwa kegiatan dari organisasi sekarang kurang menarik, serta tidak
maunya terbebani dengan kegiatan organisasi.
Dari hasil FGD ini dapat disimpulkan bahwa peran dari
organisasi mahasiswa, birokrasi sangat berpengaruh terhadap perkembangan
mahasiswa itu sendiri, namum tidak sejalannya antara kedua pihak tersebut
menimbulkan beberapa permasalahan seperti, sering kali munculnya isu antara
kedua pihak mengenai masalah akademik yang dipersulit, dana kegiatan yang sulit
cair dan pergerakan mahasiswa yang sering dihalangi. Pada dasarnya organisasi
mahasiswa dan birokrasi merupakan dua pihak yang tidak bisa dipisahkan, karena
saling membutuhkan mengenai masalah akademik dan kemahasiswaan.
Menurut
penulis, organisasi mahasiswa dan birokrasi harus sejalan karna kedua pihak ini
memiliki sifat simbiosis mutualisme. Ini menjadi tantangan untuk
organisasi mahasiswa sekarang karna, pihak birokrasi sekarang kurang memberikan
reward kepada organisasi atau ke mahasiswa itu sendiri. Dan itu terjadi
bukan karna sebab, mungkin saja organisasi sekarang belum bisa memberikan
sebuah prestasi yang diinginkan oleh pihak birokrasi. Kemudian kurangnya
mahasiswa yang habitus membaca, habitus menulis dan habitus
diskusi, sehingga mahasiswa sekarang
lebih tertarik untuk terjun ke bidang bisnis dan teknologi dengan tujuan
mengembangkan bakat dan menghasilan pendapatan tanpa terikat di organisasi. Ini
menjadi tantangan buat organisasi mahasiswa sekarang agar bisa lebih berkembang
dan menyesuaikan dengan pesatnya era globalisasi sekarang.
Organisasi
mahasiswa sekarang harus bisa berkembang mengikut zaman dari romantisme masa
lalu, terutama permasalahan yang dialami oleh mahasiswa dan masyarakat. Semua
itu bisa dikerjakan dengan melakukan pergerakan ilmiah melalui fenomena-fenomena
yang terjadi di mahasiswa dan masyarakat terutama yang sesuai dengan keilmuan
kita.
Demikian
hasil FGD tentang mengapa organisasi mahasiswa sekarang ditinggalkan oleh
generasi Z, semoga ada manfaatnya.
Salam Profesi,
Salam Profesi,
Salam Profesi,
HIMASEP Jaya
#himasepjaya
#bidangadvokasi
Comments
Post a Comment