Pemuda Dan Literasi Pertanian
Press Release Diskusi Pemuda dan Literasi Pertanian.
Buku bagaikan benih untuk regenerasi petani muda, hanya saja yang berkembang liar sekarang ini dan yang sering dipertanyakan oleh publik apakah petani punya generasi pemuda untuk terjun ke profesi tani?
Sabtu (29/10) 2022. Advokasi merupakan salah satu bidang yang ada di Himasep, kembali menggelar diskusi berkolaborasi dengan teman-teman Teras Literasi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2022 dengan topik "Pemuda dan Literasi Pertanian". Membaca buku sama dengan menjelajahi dunia karena setiap sudut pandang seseorang tentang apapun itu bisa kita dapatkan apabila dibukukan tanpa harus kita jumpai. Tak bisa dipungkiri bahwa minimnya minat baca atau berliterasi di era sekarang ini membuat orang-orang dengan mudah dan langsung memercayai berita yang beredar. Hal ini bisa kita temukan di kalangan Pemuda seperti yang terdapat di grup WhatsApp para mahasiswa yang di mana dengan mudahnya mereka menyebarkan tentang bonus kuota internet gratis, bahwasanya hal tersebut hanyalah hoax dan berunsurkan phising. Saring sebelum sharing, inilah kalimat yang patut kita tanamkan dalam kehidupan sehari-hari terutama di dunia maya.
Membaca di era sekarang ini telah beragam. Ada yang membaca secara langsung dan tidak langsung. Membaca secara langsung merupakan gaya membaca dengan menggunakan fisik nyata buku. Sedangkan membaca secara tidak langsung ialah gaya membaca secara daring seperti pada link website, Google dan media lainnya yang menggunakan bantuan handphone maupun komputer.
Pentingnya literasi terutama bagi kaum pemuda yang merupakan pilar bangsa ini. Indonesia dikenal dengan negara agraris dan mayoritas pekerjaan masyarakatnya berada di sektor pertanian. Urgensi petani sekarang ini bukan hanya terletak pada ketersediaan lahan, tapi juga pada ketersediaan kaum muda yang akan menjadi regenerasi petani muda. Rata-rata usia para petani sekarang berkisar pada usia 45 tahun keatas.Banyak permasalahan yang muncul dipertanian karena kurangnya literatur, bahwasanya jika berliteratur bisa membantu kita mendapatkan solusi dari permasalahan yang ada seperti ketersediaan lahan. Sekarang telah banyak model dalam bercocok tanam, yang paling populer sekarang ini ialah bercocok tanam dengan menggunakan model hidroponik. Hidroponik dipercaya menjadi solusi untuk daerah yang bermasalah dengan ketersediaan lahan. Dari sini bisa kita tarik benang merahnya bahwa kita tidak memaksa para petani membaca atau berliteratur sebelum bertani, disinilah peran pemuda dibutuhkan baik jadi perantara petani dengan teori untuk diaplikasikan maupun peran sebagai aksi nyata turun langsung dalam memberikan pengarahan dan kemajuan dibidang pertanian. Mengapa petani membutuhkan literatur? Karena kebanyakan para petani sekarang ini dalam bertani lebih mengutamakan pengalaman dibanding pengetahuan sehingga mengakibatkan pada hasil jumlah produksi yang tidak sesuai dengan prediksi, karena teknik bercocok tanamnya yg tidak presisi. Buka mata buka data, pertanian sekarang ini bukan hanya butuh gerakan hati para pemuda tapi juga gerakan kaki, seperti kata pepatah mencontohkan memang mudah tapi menjadi contoh itu susah. Ini yang sebenarnya menjadi tantangan untuk kita para pemuda menjadi pelaku langsung dalam bertani. Beberapa puluh tahun kedepan mungkin petani tak ada lagi, jika kaum muda tidak mau ambil andil, dan tidak memulainya dari sekarang. Pertanian juga membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas ini semua harus ditunjang dengan pengetahuan yang cakap. Oleh sebab itu pemuda sangat penting untuk regenerasi petani karena sebagian besar para pemuda dianggap mampu dan masih berpotensi untuk bisa membaca lebih banyak dan menggali pengetahuan lebih dalam untuk diimplementasikan didunia pertanian. Seperti yang diungkapkan oleh teman-teman Teras Literasi, baca baca baca. Maka Pemuda literat Pertanian Berdaulat.
Prees release hasil diskusi ini juga bisa teman-teman dapatkan pada laman berikut https://terasliterasi22.blogspot.com/2022/10/pemuda-literat-pertanian-berdaulat.html?m=1

Comments
Post a Comment