"PROBLEMATIKA KEBIJAKAN UKT DI UNIVERSITAS TADULAKO"

 Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum warahmatullahi wabbarakatu. 

Pendidikan sejatinya dimulai di Indonesia pada Tahun 1901 Tepatnya Tanggal 17 September yang diberikan Belanda pada masa itu, yang katanya sebagai balas   budi politik etis pada bangsa pribumi. Dalam program itu ada tiga yang diberikan, yaitu : Irigasi, Edukasi, dan Imigrasi.

Saya hanya akan membahas tentang Edukasi yang diberikan dalam politik etis pemerintah  belanda  yang  saat  itu  memberikan  fasilitas  pendidikan  pada  anak  bangsa Indonesia salah satunya bapak Ir. Soekarno, yang mendapat pendidikan yang sebenarnya bangsa belanda ingin memanfaatkan anak bangsa   untuk menjadi tangan kanan mereka di Indonesia.


Namun ini adalah kegagalan Belanda namun keuntungan bagi bangsa Indonesia pada saat itu para pemuda yang mendapatkan pendidikan sadar bahwa bangsa Indonesia tidak sedang baik-baik saja, pemuda yang terdidik ini berbalik melawan dengan politik dan ilmu yang mereka dapat pada pendidikan.


Apa  yang  saya  sampaikadiatas,  bahwa  pemuda  yang  terdidik  kata  Pramoedya Ananta ToeHarus Adil Sejak Dalam Pikiran, Perkataan, dan Tindakan serta berorientasi pada masyarakat dan mengontrol kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan penguasa. Bahkan amanat undang-undang 1945 salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Yang menjadi pertanyaan saat ini, Apakah Pemerintah Sudah Menerapkan Amanat Itu Atau Hanya Berbisnis Dengan Masyarakatnya ?


Makna mencerdaskan kehidupan bangsa menggambarkan sebuah cita-cita serta harapan negara dalam upaya mendistribusikan pendidikan ke seluruh rakyat Indonesia agar tercapai kehidupan berbangsa dan bernegara yang hikmat dalam kecerdasan.


Namun apakah saat ini "Apa Yang Disebuat Mencerdaskan Ini Sudah Terlaksana Atau Hanya Kata Khiasan Saja", kalau memang ingin mencerdaskan kehidupan bangsa kenapa pendidikan sangat mahal kemudian pendistribusian tidak merata pada anak bangsa saat ini. Katanya mencerdaskan faktanya menyusahkan masyarakat, dengan kebijakan yang sangat mempersulit apa lagi saat ini pergerakan kita dibatasi dengan yang namanya  pandemi.


Yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat yang semakin melemasetiap saat dan setiap waktu. Bukannya mencerdaskan namun kondisi dengan kebijakan yang tidak relevan malah mempersulit dan membuat rakyat menjerit, kebijakan seharusnya mempertimbangkan kondisi dan lain hal dan harus merata  jika alasannya dikeluarkan adalah untuk mereka yang terdampak, dan tidak terkecuali masyrakat Indonesisemua terdampak dari segi ekonomi, dan Seharusnya Kebijakan Ini Relevan Dengan Sila Ke 5 Yaitu : “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Di Universitas Tadulako saaini, banyak problemat ika terutama dalam penentuan UKT atau uang kuliah tunggal dalam kondisi pandemi Covid-19, yang terjadi di fakultas pertanian yang dirasa sangat membebani mahasiswa, saat ini tahun ajaran 2020-2021 uang kuliah  tunggal di Fakultas pertanian pada angkatan 2020 mencapai nominal  3.000.000.00 Juta yang urgensinya kenaikan sebesar itu tidajelas. Sementara kemampuan mahasiswa tidak  sebesar itu.

Photo : vstoryBiaya Kuliah Sangat Mencekik di Masa Wabah COVID-19 


Birokrasi kampus seharusnya memberikan kebijakan yang relevan dengan kondisi saat ini dan harus menerapkan amanat konstitusi 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang ditunjang dengan dengan fasiltas dan biaya kuliah yang tidamempersulit. Dalam peraturan yang dikeluarkan PERMENDIKBUD NOMOR 25 TAHUN 2020 TENTANG “standarisasi satuan biaya operasional pendidikan tinggi pada perguruan tinggi negeri di lingkungan kementerian pendidikan dan kebudayaan. Seharsnya bantuan uang kuliah merata karna pada dasarnya semua mahasiswa terdampak Covid -19, namun ini tidak berlaku pada Universitas Tadulako. Adapaun diberlakukan tapi dengan persyaratan yang sangat banyak sehingga mempersulit pengurusannya. Contohnya mereka yang orang tuannya PNS tidak terkecuali terdampak yang seharusnya mendapatkan bantuan tapi tidak  bisa mengurus karna persyaratan.


Apa lagi para mahasiswa yang orang tuanya hanya berprofesi sebagai petani dan mengantungkan kehidupan diladang  yanmungkin penghasilannya tak seberapa, saat  ini dikatakan Indonesia sedang krisis petani muda. Namun pendidikan untuk petani dipermahal dan dipersulit  yanmembua para  ana bangsa  tida bis mengenyam pendidikadiperguruan tinggi, yah paling mentoknya mereka hanya sampai SLTA/SMA. Wajarlah saat ini jika Indonesia tak maju, karna biaya pendidikan mahal fasilitas tak seimbang ilmu tak masuk karna sistem pembelajaran yang tidak optimal.


Ingat pak ingat bu saat ini kami tidak sedang main-main dengan problematika yang menyoal UKT mahasiswa khusunya di Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, kami tidak sedang bercanda, kami ingin kejelasan dan transparansi anggaran yang dikeluarkan kampu s sehingga apa yang menjadi urgensi pemikiran bapak dan ibu untuk menaikkan uang kuliah yang membuat anak bangsa bukannya memikirkan ilmu pengetahuan tapi malah bekerja dan memikirkan uang kuliah tunggalmu.


Untuk bapak dan ibu  birokrasi mungkin kalian tak tahu, ada berapa orang tua yang lelah bekerja dari ladang ke ladang karna uang kuliah yang mahal, ada berapa pasang mata yang menangis karna tak mampu membayar uang kuliah anaknya, ada berapa anak bangsa yang harus rela tidak melanjutkan pendidikan karna kebijakan yang sulit, ada berapa  sumpah serapa yang dilontarkan kepada bapak dan ibu birokrasi.


Saat ini saya tegaskan ada jalan yang tidak boleh diikuti, tentara yang tidak boleh diserang, kota-kota  yang  tidak  boledikepung, posisyang  tidak bolediperebutkan, perintah penguasa yang tidak boleh ditaati.



H
idup Mahasiswa... 
Hidup Rakyat Indonesia...
Hidup Pendidikan Indonesia...

Salam Profesi 3X

HIMASEP JAYA...


Find Us On

Instagram     : @himasepjaya

Facebook      : Himasep Jaya

Youtube        : Himasep Jaya

Email            : himasepjaya@gmail.com

Terima kasih sudah membaca jangan lupa  coment dan share yah J

Follow our blog HIMASEP JAYA...


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

STRUKTUR KEPENGURUSAN HIMPUNAN MAHASISWA SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (HIMASEP) FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TADULAKO PERIODE 2022

"PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL HIMASEP UNTAD" (Bidang Advokasi)